Selasa, 01 Juli 2014

0 Wacana Persiapan Pilbub Kabupaten Trenggalek 2015


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Masyarakat Indonesia yang begitu demokrasinya sampai-sampai 2014 menjadi tahun Politik. Bagaimana tidak, setelah 09 April yang lalu menggelar Pemilihan Wakil Rakyat seluruh Indonesia baik yang di DPRRI dampai yang di DPRD dipilih secara langsung oleh masyarakat Indonesia. Dilanjut tanggal 09 Juli yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ( sampai ga peduli sama bulan suci karena terlalu demokrasi ) akan diselenggarakan pimilihan paling akbar yaitu PILPRES, yang mempertarungkan antara pasangan Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK. Pertarungan sengit tidak bisa dihindari, mulai debat Capres, Debat Cawapres, unjuk visi-misi, olok-olokan di media massa maupun di media sosial, sampai kampanye curang dengan saling fitnah antara kelompok A dengan kelompok B. Sungguh pemandangan yang sangat membosankan. 

Khusus bagi warga Kabupaten Trenggalek, pada tahun 2015 nanti akan ditambah asupan gizi politiknya dengan diselenggarakannya PILBUP dengan masa jabatan 2015-2020. Tentu bukan hal asing lagi kalau pada kampanye PILPRES ini saja sudah ada tanda-tanda perseteruan antara kubu calon Bupati Trenggalek yang kemungkinan akan mendafatarkan diri sebagai bakal calon Bupati Trenggalek pada tahun 2015 nanti. 

Kalau dilihat dari hasil PILEG pada april yang lalu, kita bisa memperkirakan siapa saja tokoh-tokoh yang kemugkinan akan mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Trenggalek. 

Senin, 16 Juni 2014

0 Informasi Digital Printing Kain


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Terkait informasi mesin digital printing yang berbahan dasar kain beberapa hal saya sampaikan sebagai berikut :


  • Digital Printing Kain dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan tinta nya yaitu: 


  1. Tinta Dye Reaktif untuk bahan Katun. Biasanya hanya metode cetak langsung di atas kain. 
  2. Tinta Dye Disperse / Sublimasi untuk bahan Polyester. Bisa dengan dua metode yaitu cetak transfer dengan media kertas dan metode langsung pada kain. 
  3. Tinta Acid untuk bahan seperti Sutera. Metode cetak juga langsung.
  4. Tinta Pigment. Biasanya digunakan untuk printer kaos dan dicetak langsung pada kainnya. 

  •  Untuk Metode Cetak langsung pada bahan katun maka ada beberapa tahapan yang harus dilewati sbb: 
  1. Pre Treatment / Pre Coating pada bahan kain mutlak diperlukan agar bahan dapat menerima tinta dengan baik. 
  2. Proses Printing itu sendiri. 
  3. Proses Steaming / Penguapan untuk membuat tinta menyatu didalam serat kain. 
  4. Proses Washing / Pencucian untuk menghilangkan sisa2 kimia pada saat proses Coating. 
  5. Bahan Masuk tahap Pemotongan hingga proses akhir dijahit untuk menjadi barang jadi.
  • Untuk Jenis lain juga sama bahan harus pertama tama masuk proses Pre Treatment. Namun proses setelah printingnya saja yang berbeda. Reaktif dan Acid prosesnya serupa, sedangkan untuk Dye Disperse dan Pigment prosesnya adalah pemanasan langsung pada kain dengan suhu 150 - 200 derajat celcius. Untuk Mesin2 nya juga dibagi menjadi beberapa bagian (saya lampirkan dalam Attachment): 
  1. Pre and Post Process Package terdiri dari mesin pre treatment/mesin coating/ mesin padding, mesin steam, dan mesin washing. 
  2. Catalogue DPM 4H adalah mesin Printernya itu sendiri. Untuk saat ini hanya tersedia dalam ukuran lebar 1,6 meter dengan panjang cetakan tidak terbatas. 
  3. Gambar Mesin Press untuk Roll to Roll dan Sheet. Untuk Link Video bapak bisa menggunakan di bawah ini : 
  4. http://www.youtube.com/watch?v=NdP_lpaHwWo --> 
Digital Print Proses
Digital Print Master (Mesin Print Kain) seri lama.
 Salam,


Kamis, 16 Januari 2014

0 Jadwal Sholat Untuk Daerah Trenggalek Januari 2014


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

0 Politik Uang Dalam Berita


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Partisipasi tinggi, politik uang tetap nomor 1 di Jakarta


Sindonews.com - Lembaga survei Polling Center menemukan partisipasi masyarakat DKI Jakarta pada Pemilu 2014 mendatang cukup tinggi. Bahkan, partisipasi pemilih diperkirakan mencapai 93.2 persen.


Akan tetapi, partisipasi pemilih yang diteliti Polling Center masih didominasi model politik uang. Artinya, masyarakat Jakarta masih menomorsatukan uang sebagai realisasi politik ketimbang kualitas pemilu.



Hal itu diperkuat dari cara politikus di ibukota memainkan strategi politik pendekatan kepada pemilih. Adanya jual-beli suara atau politik uang dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berkompetisi di daerah pemilihan Jakarta.



"Kebutuhan penting akan informasi pemilih tetap ada, dan praktik pembelian suara masih terus mempengaruhi kualitas pemilu," kata Manajer Research Polling Center Heny Susilowati, di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013).



Dalam contohnya, Polling Center menempatkan enam provinsi di Indonesia sebagai studi penelitiannya. Enam provinsi itu antara lain, Aceh, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.



Pendekatan tipe pemilih dari enam provinsi yang menjadi tujuan penelitian Polling Center menggunakan pendekatan pengetahuan, sikap dan praktik pemilih. Selain Jakarta, lima provinsi lainnya memiliki bobot poin partisipasi pemilih mencapai level 93.2 persen.



Selain soal politik uang, temuan Polling Center memperhatikan kecenderungan masyarakat yang kurang mendapat akses informasi mengenai pemilu, baik yang dimediasi oleh penyelenggara pemilu, maupun peserta pemilu.



Fakta tersebut, ditambahkan Heny, seharusnya menjadi kebutuhan bagi penyelenggara dan peserta pemilu untuk merespon antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu.



"Informasi bagi pemilih tetap menjadi kebutuhan yang penting dalam empat bulan terakhir sebelum pemilu legislatif diselenggarakan," ujarnya.



Dalam hal itu, kecenderungan responden calon pemilih disinyalir bakal menerima uang dan hadiah dari partai politik, calon, dan tim sukses, dibandingkan memilih untuk menolak. 



Ironis, 38,8% pemilih DKI anggap politik uang pantas


Sindonews.com - Ironis, ungkapan yang pantas disematkan terkait temuan lembaga survei Polling Center, yang merilis perilaku pemilih di DKI Jakarta yang cenderung menganggap politik uang sebagai hal yang pantas.

Dalam temuannya, sebanyak 38,8 persen, masyarakat pemilih di Jakarta akan membiarkan pendekatan politik dengan menerima uang atau barang dari calon adalah sesuatu yang pantas. Gejala itu dinilai bakal mempengaruhi persepsi pemilih secara nasional pada Pemilu 2014 mendatang.

"Praktik politik uang ini sudah menyebar luas," kata Manager Research Polling Center, Heny Susilowati saat merilis hasil survei di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2013).

Sementara itu, respon negatif terhadap praktik politik uang yang dianggap tak pantas mencapai 19,8 persen. Selebihnya, yang menjawab tidak tahu sebanyak 21,6 persen.

Padahal, di sisi lain persepsi pemilih terhadap ketentuan hukum dari praktik uang itu cukup tinggi yang menyadari kalau itu melanggar yakni sebanyak 49,1 persen, sedangkan yang menilai itu tidak melanggar 32,0 persen.

Di sisi lain, bagi pihak pemberi atau calon yang menganggap praktik politik uang tak bertentangan dengan hukum 20,2 persen, sedangkan yang sudah memahami itu melanggar hukum 60,9 persen.

Dalam kesimpulan surveinya, Polling Center menempatkan pemilih terhadap politik uang sebesar 38,5 persen, dalam bentuk apapun pemberiannya. Sedangkan yang menolak apapun bentuk pemberian 39,8 persen. Di pihak lain, pemilih mempertimbangkan akan menolak atau menerima tergantung bentuk pemberiannya 16,5 persen, menolak menjawab 5,2 persen.

Survei ini dilakukan terhadap 460 responden yang berusia masuk pada 17 tahun atau sudah menikah, denganmargin error 4,5 persen, selang kepercayaan 95 persen.

Di luar itu, tambah Heny, terpenting pemilih di DKI Jakarta masih mencari informasi mengenai calon-calon yang bakal dipilihnya. 

"Selain itu, sudah jelas bahwa pemilih menginginkan informasi tambahan mengenai para calon, siapa mereka, latar belakang mereka, dan apa platform kampanye mereka," tutup Heny. 

Biar terpilih, sejumlah caleg asal Aceh gunakan politik uang


Merdeka.com - Pemilu Legislatif (Pileg) sudah di ambang pintu. Banyak calon legislatif (caleg) mulai mencari dukungan hingga ke desa-desa. Berbagai macam cara dilakukan agar terpilih, tak terkecuali praktek politik uang.
Modusnya beragam corak, di antaranya dengan membentuk kelompok di desa tertentu. Kemudian memberikan sejumlah uang agar memilih caleg tersebut.
Salah satunya terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di Desa Kebun Baru, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Seorang caleg dari Partai Golkar bernama Darwinsah mendatangi desa itu dan memberikan uang Rp 10 juta untuk pembangunan saluran pipa air bersih.
Meskipun Darwinsah tidak meminta secara langsung pada masyarakat setempat untuk memilihnya pada 9 April 2014 mendatang. Namun, uang Rp 10 juta itu jadi kompensasi politik agar seluruh anggota kelompok di desa tersebut mendukungnya.
Hal itu diakui oleh salah seorang warga desa, Salian pada merdeka.com. Katanya, Darwinsah memberikan sejumlah uang untuk pembangunan saluran pipa air bersih dan kompensasi pemilu nanti agar memilih Darwinsah.
"Waktu itu saya mau pasang bendera NasDem, lalu tim sukses Darwinsah yaitu Suprianto melarang saya naikkan bendera itu," kata Salian, Selasa (14/1). Saat ini, Darwinsah merupakan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah.
Selain melarang caleg lain, bila ia terbukti tidak mendukung Darwinsah maka air ke rumahnya akan diputuskan. "Kata Suprianto, kalau tidak memilih Darwinsah maka tidak ada setetes air pun masuk ke rumah saya," jelasnya.
Tak hanya caleg dari Partai Golkar, seorang caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) yang berinisial S juga melakukannya. Bedanya, ia menawarkan sejumlah Rp 30 juta untuk komunitas Rebana.
Dana tersebut digunakan komunitas kesenian untuk mensyiarkan Islam dan syair-syair nasehat agar mencegah nahi mungkar. Kompensasinya agar pada Pileg mendatang agar memilihnya.
"Tapi Caleg S itu belum memberikan uang, tapi sudah datang menawarkan uang itu," tegasnya.
Sementara itu, saat diminta tanggapan dari Suprianto yang merupakan tim sukses Darwinsah membenarkan bahwa dana Rp 10 juta itu kepada kelompok beranggotakan 48 orang. Dana tersebut digunakan untuk membangun saluran pipa air bersih di desa tersebut.
"Pak Darwin membantu biaya bangun pipa air pada kami, dia yang menambah dana. Namanya ada yang memberi, tidak mungkin terima kasih saja, tentu ada timbal balik. Makanya kita sarankan kita telah dibantu dan kita minta bantu bapak itu agar memilih dia nantinya," tegas Suprianto.
Kata Suprianto, ini memang sudah tradisi setiap pemilu caleg memberikan bantuan. Terkait keberadaan Salian, nantinya akan ditentukan hasil rapat anggota kelompok.
"Bukan Darwinsah saja yang berikan, tapi juga sejumlah partai lain seperti dari Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan mesin genset dan juga Gerindra memberikan kambing di desa tetangga," aku Suprianto.
Sedangkan Ketua NasDem Kabupaten Bener Meriah, Sirwandi Lut Tawar menyebutkan, praktek ini ada tersirat pesan politik atas pemberian bantuan itu. "Ini harus dihindari bantuan bermotif politik uang. Politik itu menyatukan, tapi bukan menyatukan dalam satu warna," tegasnya.
Lanjutnya, masyarakat jangan sampai terkotak-kotak di tengah-tengah masyarakat gara-gara politik. Justru rakyat itu harus diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya. Karena ini dilindungi undang-undang.
"Dugaan politik uang ini, kita sedang buat laporan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwas), biar ini menjadi pembelajaran bahwa politik uang itu haram," tutupnya.
Rusdi Kirana dan Hary Tanoe Bukti Kuasa Uang di Politik Indonesia

TRIBUNNEWS.COM – Bos Maskapai Penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana, diangkat menjadi Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa. Bergabungnya Rusdi Kirana menjadi petinggi di partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk dari para petinggi Partai Golkar.
Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, menilai bahwa masuknya pengusaha besar ke dunia politik praktis, merupakan konsekuensi logis sistem politik Indonesia yang menganut demokrasi langsung.
"Pemilihan Presiden dan anggota DPR secara langsung, pemilihan langsung di negara besar teritorial memang akhirnya memerlukan sumber daya finansial besar," kata Hajriyanto ketika dikonfirmasi, Rabu (15/1/2014).
Menurut Hajriyanto, partai politik harus mengakui adanya kesulitan dalam bidang pembiayaan organisasi. Apalagi untuk konsolidasi partai di daerah membutuhkan anggaran dana yang besar.
"Demokrasi langsung akhirnya konsekuensi orang yang punya modal finansial sangat dihargai terjadi sistem kencenderungan Plutokrasi, sistem penghormatan tinggi menentukan jalannya partai politik dari orang kaya," ujarnya
Hajriyanto mengatakan, seseorang menjadi petinggi partai seharusnya ditentukan dari proses kaderisasi serta loyalitas yang tinggi. Namun hal itu akhirnya runtuh ketika sistem plutokrasi dilakukan. "Punya modal finansial, akhirnya menentukan posisi seseorang," katanya.
Ia mengatakan Rusdi Kirana bukanlah orang pertama yang memperlihatkan sistem plutokrasi. Sebelum Rusdi, hal itu diperlihatkan oleh Bos MNC Group, Hary Tanoesudibjo.
"Hary masuk NasDem terus Hanura bukan saja mendapatkan posisi struktural tetapi sampai diputuskan sebagai calon wakil presiden. Itu engga masalah, itu hak tidak boleh dihalangi," katanya.

Perludem: Kawasan Bencana Rawan Jadi Arena Politik Uang


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah daerah terkena bencana saat ini. Mendekati Pemilu 2014 yang jatuh pada 9 April nanti, partai politik dan calon legislatif berpotensi memanfaatkan situasi bencana yang ada dengan melakukan kampanye dan politik uang.
Deputi Direktur Perkumpulan untuk demokrasi dan demokrasi (Perludem), Veri Junaedi, menyampaikan pelanggaran kampanye sangat mungkin terjadi di daerah bencana. Bahkan, di daerah non-bencana sekali pun hal terjadi, khususnya ditimbulkan oleh praktik-praktik politik uang.
Memang, kampanye partai politik peserta pemilu sudah bisa mereka lakukan di masyarakat. Hanya saja, ada dua hal yang dilarang saat ini, yaitu kampanye di media elektronik dan surat kabar, serta kampanye dalam rapat umum di depan orang banyak.
"Kalau partai menggunakan kesempatan untuk kampanye, apapun bentuknya, sah-sah saja. Seperti menyalurkan bantuan atau membuat posko, itu boleh. Money politik baru enggak boleh," ujar Veri kepada wartawan di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (15/1/2014).
Menurut Veri, kalau pun ada parpol atau caleg memberikan bantuan untuk korban bencana, silakan saja. Tapi jangan sampai dimanfaatkan untuk sekalian melakukan kampanye dengan praktik politik uang.
Ia menggaris bawahi, seharusnya kerja parpol tidak hanya membatasi dirinya pada daerah yang menjadi basis pemilihan saja. "Tapi kalau ada bencana, partai juga harus turun, dan mesin partai harus bergerak memberikan bantuan," sambungnya.
Perludem mengingatkan kepada KPU dan Bawaslu, potensi kecurangan yang terjadi di lokasi bencana. Karena, potensi kecurangan dalam kondisi yang normal saja terjadi, apalagi dalam kondisi yang tidak normal.
"Makanya, pengawas pemilu harus sudah mengidentifikasi kerawanan-kerawanan apa saja yang mungkin terjadi di daerah-daerah bencana. Jangan sampai karena suatu daerah masuk kawasan bencana lalu terlupakan begitu saja," sambungnya.

KPU dan Bawaslu Sulteng Siap Cegah Politik Uang


Metrotvnews.com, Palu: Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah mengapresiasi hasil survei yang dirilis oleh Media Survei Indonesia (MSI) di Sulteng, Desember 2013 lalu. Terutama soal tingginya angka toleransi responden terkait politik uang yang mencapai 35,5 %.

"Angka yang disebutkan sebesar 35,5% cukup fantastis. Dan, itu akan menjadi pekerjaan kami untuk bisa menyelenggarakan pemilu yang lebih baik lagi," kata Ketua KPU Sulteng Sahran Raden di Palu, Selasa (14/01).

Ketua Bawaslu Sulteng Ratna Dewi Pettalolo mengaku akan menjadikan hasil survei itu sebagai informasi untuk lebih menguatkan lagi jaringan yang ada di tiap daerah pemilihan.

"Ini akan kami jadikan bahan untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Bawaslu untuk mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilihan umum agar tidak dikotori dari cara-cara yang dilarang, seperti politik uang," tegas Ratna.

Direktur MSI Asep Rohmatullah mengatakan masih ada waktu kurang lebih tiga bulan bagi penyelenggara untuk mengawal dan mengawasi, terutama Bawaslu. "Kita semua berharap tidak terjadi bencana politik dalam Pemilu nanti," kata Asep.

Sebelumnya, MSI merilis hasil survei yang dilakukan Desember 2013 lalu. Dari 1.200 responden pada lima daerah pemilihan di Sulawesi Tengah, sebanyak 35,5% menyatakan toleran dan membenarkan politik uang dan 30% responden mengaku akan memilih orang yang memberikan uang atau barang.

Syafarudin: Politik Uang Sebabkan Angka Golput Tinggi


(Unila) : Menanggapi semakin peliknya masalah pemilihan gubernur Lampung yang masih belum ada kepastian, akademisi Universitas Lampung (Unila) turut memberikan masukannya. Selain masalah kapan penyelenggaraan pemilihan gubernur yang belum jelas, masalah lain dalam proses demokrasi tersebut juga menjadi sorotan, salah satunya adalah masalah politik uang yang berpengaruh terhadap pemilih.
Menurut dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Syafarudin, politik uang yang dilakukan calon kepala daerah diperkirakan menjadi penyebab utama meningkatnya angka golongan putih (golput) pada pemilihan kepala daerah. “Praktik money politic membuat pemilih merasa dilematis dan sulit dalam menentukan pilihan,” ungkapnya, Kamis (22/8).
Menurutnya, politik uang membuat pemilih bingung karena ada rasa tidak enak akibat menerima berbagai imbalan dari para kandidat. Akibatnya, masyarakat pun cenderung tidak memilih dan jadilah golput.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Safarudin di beberapa daerah yang menggelar pemilukada 2012, sebanyak 65% masyarakat menerima pemberian materi dari calon, 30% pemilih menolak pemberian, dan 5% pemilih tidak menjawab. Ternyata dari 65% pemilih yang menerima pemberian sembako, sebanyak 80% tidak memilih calon yang memberikan sembako. Hanya 20% pemilih yang menerima imbalan dari calon dan merasa terikat untuk memilih calon pemberi sembako. Setelah diteliti lebih jauh, dari 20% pemilih yang terikat itu, ternyata banyak yang tidak memilih saat pemilukada.
Dari penelitian tersebut, Safarudin menyimpulkan politik sembako tidak begitu efektif menarik simpati masyarakat. Banyak warga yang tetap independen dalam memilih meskipun sudah menerima bantuan dari salah satu calon kepala daerah. “Sebanyak 80% pemilih tetap independen dalam memilih dan sekitar 20% pemilih tidak memilih setelah menerima bantuan materi dari calon,” ungkap Syafarudin.
“Salah satu penyebab golput adalah politik uang. Warga yang sudah menerima bantuan dari berbagai kandidat, merasa tidak nyaman, dan memilih untuk tidak datang ke tempat pemungutan suara. Dia menilai masyarakat sudah semakin cerdas dan rasional dalam menentukan pilihan,” tukasnya. [] Andro

Jumat, 29 November 2013

0 Monitoring Trenggalek " ada apa dengan satpol pp Trenggalek?"


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

mari bersama-sama kita monitor kinerja birokrasi di Kabupaten Trenggalek demi kemakmuran bersama, bukan demi kepentingan suatu golongan. rekan-rekan facebooker kemaren telah membuat group untuk memonitor Trenggalek dengan alamat  > https://www.facebook.com/groups/galekmonitor/ .

dengan langkah-langkah seperti ini kita akan mengetahui kejanggalan-kejanggalan kinerja birokrasi di Trenggalek yang selama ini tidak mendapatkan kontrol publik. contoh yang kecil tentang tidak diterapkannya peraturan tentang tata kota dengan semestinya, dan penegakan terkesan tebang pilih seperti pada berita yang dilansir oleh media http://lingkartrenggalek.blogspot.com/2013/11/satpol-pp-trenggalek-bongkar-paksa.html Trenggalek, 26/11 - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Trenggalek, Jawa Timur melakukan pembongkaran paksa pagar salah satu kantor media massa setempat karena tidak sesuai dengan ijin mendirikan bangunan (IMB).

Puluhan anggota Satpol dengan dikawal anggota kepolisian sekitar pukul 13.00 mendatangi kantor majalah Life Style Media Group di Jalan Raya Gandusari kecamatan Gandusari. Selanjutnya dengan menggunakan palu dan sejumlah peralatan lainnya petugas langsung membongkar pagar yang ada di atas saluran irigasi tersebut.

"Kalau sesuai dengan IMB-nya, bangunan (pagar) ini seharusnya tidak ada, sedangkan untuk jembatan yang menutupi saluran air ini tidak masalah," kata Kasi Trantib Satpol PP Trenggalek, Wasito, Selasa.

Menurutnya sebelum melakukan pembongkaran paksa, pihaknya telah tiga kali mengirimkan surat peringatan terhadap pemilik bangunan. Namun hal itu tidak direspon positif oleh pemilik bangunan. 

"Karena tidak ada inisiatif pembongkaran dari pemilik, akhirnya dengan terpaksa kami selaku penegak perda (peraturan daerah) turun tangan langsung dan melakukan penertiban," ujarnya.

Dijelaskan, bangunan kantor media massa tersebut berbatasan langsung dengan saluran irigasi dan jalan raya. Karena tidak memiliki halaman, pemilik kantor membangun jembatan diatasnya dan membuat pagar keliling.
"Sehingga pagarnya itu mepet dengan jalan raya," imbuh Wasito.

Sementara itu, Kepala Dinas Binamarga dan pengairan Kabupaten Trenggalek, Yanu Riyanto sepakat dengan dengan penjelasan Satpol PP. Menurutnya, apabila bangunan tersebut dibiarkan, maka akan membuat kecemburuan terhadap pemilik usaha lainnya. 

"Bisa jadi yang lain akan ikut-ikutan membangun pagar yang serupa," katanya kepada sejumlah wartawan.
Yanu mengaku, pihaknya berencana melakukan pendataan bangunan-bangunan liar yang ada diatas saluran irigasi. 

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara kantor majalah Life Style Media Group, Budi Ardi Widodo mengakui bahwa pagar yang dibangun diatas saluran irigasi tersebut tidak termasuk dalam IMB.

Namun pihaknya menengarai adanya kejanggalan dalam tiga surat peringatan yang dilayangkan Satpol PP, karena alasan yang sampaikan tidak sinkron antara surat satu dan dan lainnya.

"Dalam surat peringatan pertama, alasannya adalah mengganggu normalisasi saluran, kemudian kami klarifikasi bahwa kami sudah memiliki IMB," ujarnya.

Selanjutnya Satpol PP kembali mengirimkan surat peringatan kedua serta mendatangkan tim ahli dari dinas binamarga dan pengairan serta dinas pemumukiman dan kebersihan.

"Alasannya masih sama yaitu normalisasi, namun dari kajian tim ahlin ternyata pembangunan jembatan diatas saluran tidak menyalahi aturan," imbuhnya.

Budi menambahkan, setelah itu Satpol PP mengirimkan surat peringatan ketiga, namun isinya berbeda, yakni perintah pembongkaran pagar.

"Ini kan tidak sesuai, karena surat pertama dan kedua masalah normalisasi sungai, sedangkan yang ketiga tiba-tiba berubah menjadi pembongkaran pagar," katanya.

Selain itu pihaknya juga menilai aksi bongkar paksa yang dilakukan Satpol PP terkesan tebang pilih, karena saat ini banyak bangunan serupa yang berdiri di beberapa tempat.

"Kalau memang mau ditertibkan ya harus semuanya, jangan hanya milik kami saja," tandasnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


namun hal ini berbeda dengan foto yang saya ambil dari group "cah nggalek" 

sedangkan kalau kita lihat dari lamanya bangunan, yang ini jauh lebih lama dibandingkan dengan pagar kantor media Lifestyle tadi, dan letak bangunan trotoar ini berada di tengah kota, sedangkan kantor media Lifestyle berada di kecamatan Gandusari yang amat jauh dari kota. tapi kenapa malah lebih dulu ditertibkan, sementara yang di tengah kota dibiarkan?


ada apa dengan Satpol PP Trenggalek?

Jumat, 29 Maret 2013

0 Squid Proxy HIT Youtube Update Maret 2013


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
sobat pecinta Linux Ubuntu atau yang membutuhkan jasa gurita dengan squid proxynya, ini coba saya paparkan langkah-langkah dalam penginstalan proxy pada Ubuntu server Versi 12.10 biar bisa HIT Youtube Update Maret 2013. adapun yang kita butuhkan ada CPU minimal P4 dengan memory 1GB, Hardisk 80 GB.

langsung aja kita meluncur meneui si gurita dengan login sebagai root pada terminal console dengan perintah-perintah diantaranya atau bisa buka di blog tetangga sebelah :
 
Bagi temen-temen yang mengalami masalah youtube error, dan ga bisa hit silahkan simak. Terakhir saya instal pada ubuntu 12.10 hasilnya lumayan bagus biarpun tidak semua video youtube tercahe.
cara installnya seperti ini :




apt-get update -y
apt-get install squid squidclient squid-cgi -y
apt-get install gcc -y
apt-get install build-essential -y
apt-get install sharutils -y
apt-get install ccze -y
apt-get install libzip-dev -y
apt-get install automake1.9 -y
apt-get install acpid -y
apt-get install unzip -y
apt-get install libfile-readbackwards-perl -y
apt-get purge squid3
apt-get autoremove
cd /tmp
tar xvf deb-htproxy_14942_x86-64.tar.bz2
dpkg -i *.deb
cp -Rf /etc/squid /etc/squid-lawas
rm -rf /etc/squid && rm -f /usr/sbin/squid
cd /tmp
tar -xvzf LUSCA_HEAD-r14942.tar.gz
cd LUSCA_HEAD-r14942/
tar -xvzf LUSCA_HEAD-patch.tar.gz
patch -p0 < 3xx-loop.diff
patch -p0 < async-issue.diff
patch -p0 < http-gzip.diff
patch -p0 < ignore-must-revalidate.diff
patch -p0 < improve-nn-parser.diff
patch -p0 < lusca-vary.diff
patch -p0 < segmentation-fault.diff
./configure --build=x86_64-linux-gnu --prefix=/usr --exec_prefix=/usr --bindir=/usr/sbin  --sbindir=/usr/sbin --libexecdir=/usr/lib/squid --sysconfdir=/etc/squid  --localstatedir=/var/spool/squid  --datadir=/usr/share/squid --enable-async-io --enable-epoll --enable-removal-policies=lru,heap  --with-aio --with-dl --enable-snmp --enable-delay-pools  --enable-htcp  --enable-cache-digests  --disable-unlinkd --enable-large-cache-files  --with-large-files --with-pthreads  --enable-storeio=aufs --enable-linux-netfilter --enable-arp-acl --enable-referer-log --enable-stacktraces --enable-truncate  --enable-http-violations --enable-follow-x-forwarded-for --disable-linux-tproxy --disable-ssl --disable-select --disable-poll --disable-dependency-tracking  --disable-auth --disable-ident-lookups --disable-wccp --disable-wccpv2  --enable-err-languages=English --enable-default-err-language=English  --with-maxfd=65535
make & make install
/etc/init.d/squid stop
cd /etc/squid/ &&
tar -xvzf new-config.tar.gz
nano /etc/squid/squid.conf
mv /var/log/squid3 /var/log/squid
squid -f /etc/squid/squid.conf -z
/etc/init.d/squid restart
squid -NDd1
reboot
tail -f /var/log/squid/access.log | ccze
 HIT Youtube Update Maret 2013 tested, biarpun tidak bisa sempurna 100% tapi sebagian besar ter cache
demikian langkah-langkah install squid, barangkali ada pertanyaan silahkan comment. kalaupun ada yang kurang pas bagi para master mohon dibantu tanks

Selasa, 08 Januari 2013

0 Lampu Rumah Tenaga Wifi di Seputar Trenggalek


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Seputar Trenggalek Melihat perkembangan zaman yang semakin pesat disegala bidang. Baik disegi pergeseran pemikiran, budaya, science sampai dengan teknologi yang mana dari sekian banyak perubahan yang terjadi ada yang berdampak positif dan berdampak negatif. Dari berbagai perubahan di atas, yang paling menarik menurut saya adalah penemuan dibidang teknologi yang baru-baru ini memamerkan penemuan yang sangat ajaib. Dimana sinyal wifi dapat diconvert menjadi carger batrey HP yang diberi nama RCA Airnergy.

Artinya, mereka telah menemukan sebuah titik tolak baru dibidang listrik bertegangan rendah yang menurut saya dikemudian hari dapat dikembangkan kepada alat kebutuhan sehari-hari dengan tenaga wifi. Dengan demikian maka tegangan yang dibutuhkan akan jauh lebih rendah karena arus yang digunakan adalah DC, tingkat kerusakan alat jauh lebih kecil dibanding dengan teknologi sekarang dibidang listrik yang menggunakan arus AC.
Selain dari sudut pandang biaya operasional yang rendah dan tingkat kerusakan yang jauh lebih rendah, jika kita terapkan pada lampu rumah dengan menggunakan tenaga wireless atau sering kita kenal dengan wifi juga akan sangat rapi karena tidak membutuhkan kabel yang menghubungkan lampu ke arus listrik sedangkan saklar kita bisa menggunakan smart phone atau remote controll baik yang menggunakan wifi ataupun bluetooth. Untuk teknologi saklar ini telah banyak dipasarkan dipenjuru dunia, yang salah satunya adalah produk dari kickstarter, dimana mereka telah mampu memfungsikan wifi sebagai remote controll perubah warna lampu sesuai keinginan kita.

Dari berbagai penemuan di atas sangatlah mungkin jika suatu saat akan ada listrik yang bertenaga wifi dan juga bisa diremote menggunakan wifi, sehingga kita tidak perlu repot-repot memasang kabel diseputar rumah kita. Biaya yang kita butuhkan juga jauh lebih ringan karena lebih awet dan irit tenaga, yang hanya kita ambil dari sebuah pemancar wireless dan juga bisa diremote yang pastinya kita tidak perlu beranjak dari tempat duduk ketika mau menyalakan ataupun mematikan lampu rumah.

Walaupun ini masih sebatas perkiraan, atau bisa dikatakan khayalan, namaun hal ini sangat mungkin dilakukan dimasa yang akan datang. satu harapan kami tentang teknologi ini, semoga yang dapat merealisasikannya adalah orang Indonesia. semoga bermanfaat.









Minggu, 04 November 2012

0 Voucher wifi menggunakan Mikrotik


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!







Seputar Trenggalek kali ini akan mencoba menjabarkan kepada rekan - rekan semua khususnya bati rekan -rekan di seputar Trenggalek tercinta tentang penggunaan mikrotik sebagai management bandwidth sekaligus sebagai billing hotspot atau jaringan yang menggunakan perangkat wifi.
adapun perangkat yang kita butuhkan diantaranya :
1. Jaringan internet dari ISP yang kebetulan kami menggunakan Speedy dengan modem adsl nya


2. Mikrotik, yang kita gunakan sebagai otak dari sebuah jaringan yang mana dia mampu memanagement bandwidth yang kita miliki, sekaligus memanagement voucher atau dengan kata lain paket-paket yang akan kita sediakan.


3. Switch HUB, alat ini hanya kita butuhkan ketika sebuah jaringan menggunakan dua jalur ke client yaitu dengan LAN dan dengan wireless. jadi ketika rekan-rekan tidak menggunakan klien kabel maka tidak memerlukan switch hub ini.

4. Access Point, atau yang sering disebutkan rekan-rekan dengan istilah AP. yang berfungsi memancarkan wifi  sehingga pancarannya dapat di terima oleh wifi laptop, atau smart phone kita.


adapun topologi jaringannya berdasarkan gambar yang saya copy dari blog sebelah seperti ini



dari topologi di atas, setelah berhasil melakukan instalasi mikrotik yang dihubungkan dengan eksternal radius, maka tahapan berikutnya adalah melakukan disain sistem voucher yang akan diterapkan. Sistem voucher yang dimaksud disini termasuk didalamnya adalah manajemen bandwidth.